Bulan: Januari 2019

Kembalinya Dongeng Klasik Dr. Seuss dalam Film The Grinch

The Grinch merupakan film animasi tiga dimensi yang diproduksi oleh Illumination Entertainment. Film ini merupakan kisah yang diangkat dari adaptasi cerita dongeng karangan Theodor Geisel yang lebih dikenal dengan Dr. Seuss. Buku dongeng cerita anak-anak yang diadaptasi oleh film ini berjudul “The Grinch Stole Cristmas!”. Cerita ini sebelumnya juga telah diadaptasi menjadi animasi dua dimensi pada tahun 1966 dan dibuat live action pada tahun 2000.

Grinch Pencuri Natal

Film ini mengisahkan tentang makhluk hijau yang sangat sinis dan mempunyai hobby menggerutu. Masalah utama yang dimiliki oleh Grinch adalah mempunyai hati yang dua kali lebih kecil daripada hati normal. Sehingga dalam keseluruhannya, dia tidak mempunyai hati nurani untuk menuntun ke segala hal. Dalam kesehariannya, Grinch ditemani oleh seekor anjing togel sgp yang sangat setia bernama Max, yang mana anjing tersebut dapat membuatkan sarapan dan kopi untuk Grinch di setiap paginya.

Pada suatu pagi, Grinch kehabisan bahan makanan dan harus membelinya di Whoville. Ketika dalam keadaan biasa, Grinch tidak akan menemui masalah. Akan tetapi sayangnya pada saat itu Whoville sedang dalam keadaan merayakan momen-momen menjelang natal yang mana terlihat suasana riang dan ramai, dimana Grinch tidak menyukai suasana tersebut.

Ketika sampai di Whoville, Grinch melihat semua orang sedang menyiapkan perayaan natal. Apalagi pada saat itu, walikota Whoville memutuskan untuk membuat perayaan natal dengan tiga kali lebih meriah daripada tahun sebelumnya. Dimana hal itu berarti Whoville akan mempunyai hiasan yang tiga kali lebih ramai dan pohon natal yang lebih besar-besar. Karena tidak suka dengan kondisi tersebut, Grinch mempunyai rencana jahat untuk mencuri natal dari para penduduk Whoville.

Dalam hal ini kisah dongeng klasik buatan Dr. Seuss tersebut merupakan kisah yang mempunyai tema dan arti yang mendalam. Dimana dalam kisah “The Grinch Stole Cristmas!” penulis kisah anak-anak ini mengkritik budaya materialisme dan konsumerisme pada saat natal. Akan tetapi, dalam menyampaikan kritikan tersebut, Dr. Seuss mempunyai cara yang unik dan menarik sehingga akan menjadi pesan yang baik untuk disampaikan kepada anak-anak.

Cerita Yang Apa Adanya

Film garapan Yarrow Cheney dan Scott Mosier ini mempunyai cerita yang apa adanya. . Cheney dan Mosier mempunyai cara unik untuk menyajikan cerita yang biasa-biasa saja. Meskipun cenderung klasik dan mudah ditebak, kisah ini dapat membuat penonton santai dalam menikmati film yang dihadirkanKarena pada dasarnya, tontonan untuk anak-anak seharusnya dihadirkan dengan tidak berlebihan dan cenderung muluk-muluk, akan tetapi pesan yang disampaikan malah tidak terserap.

Karakter utama dalam film ini yang merupakan orang dewasa dihadirkan dengan baik, dimana semua orang dapat merasakan apa yang karakter utama alami, terkhusus untuk anak-anak. Persoalan yang ditampilkan dalam cerita ini bukanlah permasalahan orang dewasa, akan tetapi persoalan universal yang semua orang alami. Selain itu, film ini juga merupakan film animasi yang disajikan untuk anak-anak. Sehingga cerita yang ditampilkan sejalan dengan pesan yang akan diterima oleh anak-anak.

Penuh Dengan Makna

Film ini mempunyai makna yang menyeluruh dimana penonton dapat merasakan kesepian yang dirasakan oleh Grinch. Film ini mempunyai pesan untuk selalu berpikir positif terhadap semua orang, termasuk diri sendiri. Hal ini diperlihatkan dari perilaku dan tindakan yang dilakukan oleh sosok Grinch. Sehingga film ini cocok untuk menjadi tontonan keluarga karena mempunyai pesan yang penuh dengan makna untuk anak-anak ataupun orang dewasa.