Permainan Gasing Di Kenduti Oleh Seni Melayu

Melestarikan Permainan Gasing di Kenduri Seni Melayu

Jumat, (2/11/2018) puluhan anak berbusana adat Melayu melakukan permainan Gasing di Kenduri,

Dengan Melestarikan Permainan Gasing di Keduri Seni Melayu memenuhi ruas jalan Engku Puteri Batam Center

untuk berpartisipasi  pada acara Seribu Gasing Berpusing

Mereka berasal dari 12 kecamatan sekota Batam bahkan hingga Kecamatan Tambelan Kabupaten Bintang. Ardi Winata,

Kepada Dinas Pariwisata kota Batam menyebutkan bahwa gasing togel hongkong dapat dimainkan baik oleh anak-anak hingga orang dewasa atau disebut multi segmen.

Permainan Gasing di Kenduri Merupakan Acara memusing seribu gasing 

Berikutnya Ardi menyatakan bahwa pihaknya berharap acara memusing seribu gasing ini dapat menjadi ajang bagi anak-anak Melayu,

untuk mengenal serta mencintai permainan tradisional mereka.

Acara ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat terbukti para peserta sudah berdatangan sejak pagi walaupun acara memusing gasing sesungguhnya baru digelar pada sore hari.

Farid, seorang siswa kelas 5 dari SDN Nongsa mengaku sudah tidak sabar karena dirinya sudah berlatih tekun selama sepekan.

Ikhsan, siswa SDN Batuaji tak ingin kalah dan mengaku sudah berlatih memutar gasing tersebut selama sebulan.

Dirinya juga mengatakan bahwa sekolah tidak melarang siswa untuk bermain gasing di halaman sekolah. Salah satu aktivitas permainan gasing,

Abas menyatakan bahwa permainan gasing dipastikan tidak akan punah karena pemerintah memberikan perhatian yang cukup  besar akan salah satu budaya Melayu tersebut

Lebih jauh menurut Abas, gasing tak hanya populer di Indonesia seperti di Riau atau Batam, tapi juga sampai di Negara-negara Asean lain seperti Myanmar dan India.

Apa yang dikatakan aktivis budaya Melayu tersebut bukanlah isapan jempol.

Abas juga pernah meraih penghargaan atas kepiawaiannya memainkan gasing dari pemerintah Malaysia serta Piagam Penghargaan yang disebut sijil dari Singapura.

Asal mula Permainan Gasing di Kenduri

Hingga saat ini terdapat beberapa pendapat tentang asal mula permainan gasing, namun yang paling sering diceritakan adalah sebagai salah satu alat berburu binatang.

Konon dahulu gasing merupakan senjata yang diikat dengan tali kemudian dibidikkan pada hewan buruan lalu ditarik kembali.

Dengan lemparan yang kuat tersebut alat dapat berputar dengan kencang untuk membidik sasaran.

Salah satu alasan mengapa peralatan ini difavoritkan pada aktivitas berburu adalah karena akurasinya.

Senjata ini di masa depan kelak diadopsi menjadi suatu permainan yang disebut gasing dan harus dibawa oleh mereka yang berprofesi sebagai pemburu.

Suatu saat setelah lelah berburu dan mendapatkan banyak hewan buruan secara iseng mereka memainkan senjata tersebut dengan cara diadu, inilah kemudian yang menjadi awal mula permainan gasing.

Masyarakat Melayu di masa lampai kerap memainkan gasing ini setelah musim menuai.

Permainan gasing di kenduri bahkan menjadi pertandingan antar kampung yang juaranya dinilai dari lamanya durasi gasing miliknya dapat berputar.

Bahan pembuat gasing cukup beragam, mulai dari kayu bebaru, kundang, durian, rambai, merbau, dan kemuning.

Dahulu tali gasing merupakan kulit pohon bebaru tapi untuk gasing-asing modern di zaman sekarang tali nilon lebih disukai.

Panjang tali disesuaikan dengan panjang tangan pemilik, tapi umumnya 1 menter. Agar pergerakan tali gasing lebih lancar, umumnya tali diolesi dulu dengan minyak kelapa sebelum digunakan.

Beberapa jenis gasing yang cukup populer di kalangan masyarakat Melayu adalah, gasing uri yang banyak ditemukan di kawasan Kelantan Malaysia.

Berikutnya adalah Permainan Gasing di Kenduri gasing tradisional yang strukturnya lebih sederhana.

bisa dijumpai di kawasan Kedah, Kelantan, Johor, Selangor, Pahang, dan Terengganu.

Lalu ada pula gasing gaba yang bentuknya oval seperti telur, gasing jantung, gasing lundu,

serta gasing tanjung yang semuanya mempunyai bentuk yang masing-masing yang khas.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *